Kedua adalah ikhwan yang terdapat dalam Al Qur'an sebanyak 7 kali.Keseluruhannya digunakan untuk makna persaudaraan seketurunan ( kecuali satu ayat Innama al mu'minunna ikhwat" ( Al khujurat 10).Menarik untuk dianalisis mengapa al Qu'ran, ketika berbicara tentang ukhuwat imaniyah/Islamiyah itu, menggunakan kata ikhwah yang selalu digunakan untuk arti persaudaraan seketurunan.
Namuntidak mengapa bila setelah mengucapkan salam dia ucapkan perkataan itu dengan sedikit perubahan, seperti misalnya 'Semoga Allah berikan kebaikan padamu pagi ini', sehingga ucapan itu mengandung makna doa." (Nida` ilal Murabbiyin wal Murabbiyat, hal.
BeberapaMutiara Faidah Yang Dapat Kita Petik Dari Hadits Ini: Makna yang terkandung dalam hadits ini adalah "Janganlah kamu mengkhususkan ucapan salam kepada orang tertentu karena kesombongan atau berpura-pura menampakkan kebaikan, tapi ucapkanlah salam dalam rangka mengagungkan syi'ar-syi'ar (lambang kemuliaan dan kebesaran) Islam dan mempertimbangkan persaudaraan sesama Muslim.
7OtrRsZ. At Tauhid edisi VII/14 Oleh Arif Rohman Habib Sebagai seorang muslim, kita hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah ta’ala berikan kepada diri kita. Demikian pula, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah ta’ala curahkan kepada kaum muslimin yang berkaitan dengan agamanya. Di antara sekian banyak nikmat tersebut adalah nikmat ukhuwah persaudaraan antar kaum muslimin di atas agama Islam ini… Semestinya kita semua mengetahui bahwa salah satu faktor pengokoh agama Islam ini adalah jalinan persaudaraan yang erat antar pemeluknya. Jalinan persaudaraan yang dibangun karena Allah dan di atas jalan-Nya merupakan sesuatu yang jarang ditemukan belakangan ini. Tak sedikit kaum muslimin melupakan hal ini. Akibatnya, tak jarang kita jumpai perselisihan dan pertikaian tersebar di tengah-tengah. Padahal, persaudaraan yang dibangun karena Allah dan di atas jalan-Nya akan mendatangkan banyak keutamaan. Semoga pembahasan yang singkat ini memberi petunjuk pada kaum muslimin untuk semakin mengokohkan tali persaudaraan di antara mereka. Persaudaraan, buah manis keimanan Sifat dasar yang Allah anugerahkan kepada kaum mukminin adalah saling bersaudara. Allah ta’ala berfirman, Ø¥ÙÙ†ÙŽÙمَا Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ Ø¥ÙØÙ’ÙˆÙŽØ©ÙŒ ÙÙŽØ£ÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙوا بَيْنَ Ø£ÙŽØÙŽÙˆÙŽÙŠÙ’ÙƒÙمْ وَاتَÙÙ‚Ùوا اللَÙÙ‡ÙŽ لَعَلَÙÙƒÙمْ ØªÙØ±Ù’ØÙŽÙ…Ùون “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah saling bersaudara, karena itu damaikanlah dua saudaramu yang tengah bertikai dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian diberi rahmat”. QS. Al Hujurat 10 Asy Syaikh As Sa’di berkata menafsirkan ayat di atas, هذا عقد، عقده الله بين المؤمنين، أنه إذا وجد من أي Ø´ØØµ كان، ÙÙŠ مشرق الأرض ومغربها، الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم Ø§Ù„Ø¢ØØ±ØŒ ÙØ¥Ù†Ù‡ Ø£Ø Ù„Ù„Ù…Ø¤Ù…Ù†ÙŠÙ†ØŒ Ø£ØÙˆØ© توجب أن ÙŠØØ¨ له المؤمنون، ما ÙŠØØ¨ÙˆÙ† Ù„Ø£Ù†ÙØ³Ù‡Ù…ØŒ ويكرهون له، ما يكرهون Ù„Ø£Ù†ÙØ³Ù‡Ù… “Ayat ini merupakan ayat yang Allah ta’ala turunkan untuk mengikat persaudaraan di antara kaum mukminin. Sesungguhnya apabila seorang mukmin mendapati orang lain di manapun dia berada, meskipun di ujung timur ataupun di ujung barat, selama dia beriman kepada Allah, para malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari akhir, maka dia adalah saudara bagi kaum mukminin yang lain. Mereka wajib mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana yang mereka cintai untuk diri mereka sendiri dan membenci keburukan untuk saudaranya sebagaimana yang mereka benci untuk diri mereka sendiri…” Taisirul Karimir Rahman. Persaudaraan di antara kaum muslimin akan tumbuh seiring tumbuhnya keimanan yang benar di dalam dada Persaudaraan tersebut nantinya akan melahirkan rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah mereka sehingga kaum muslimin seolah-olah berada dalam satu tubuh yang apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya akan merasakan sakit pula. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ù…ÙŽØÙŽÙ„Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ ÙÙÙ‰ تَوَادÙÙÙ‡Ùمْ وَتَرَاØÙÙ…ÙÙ‡Ùمْ وَتَعَاØÙÙÙÙ‡Ùمْ Ù…ÙŽØÙŽÙ„Ù Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙŽØ³ÙŽØ¯Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ اشْتَكَى Ù…ÙÙ†Ù’Ù‡Ù Ø¹ÙØ¶Ù’ÙˆÙŒ تَدَاعَى Ù„ÙŽÙ‡Ù Ø³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙŽØ³ÙŽØ¯Ù Ø¨ÙØ§Ù„سَÙهَر٠وَالْØÙÙ…ÙŽÙÙ‰ “Perumpamaan orang yang beriman dalam cinta dan kasih sayang sesama mereka adalah bagaikan satu tubuh yang bila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain tidak dapat tidur dan selalu merasa panas”. HR. Muslim Contoh terbaik tentang persaudaraan dapat kita jumpai pada zaman Nabi dan para shahabat. Salah satunya adalah riwayat dalam shahih Bukhari dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu tatkala Nabi shallallahu alaihi wa sallam mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum Anshar setelah peristiwa hijrah ke Madinah. Salah satu yang beliau persaudarakan adalah Abdurrahman bin Auf muhajirin dan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Anshar. Sa’ad bin Ar-Rabi’ kemudian menawarkan hartanya untuk dibagi dua kepada Abdurrahman bin Auf sebagai saudaranya. Tak hanya itu, beliau yang memiliki dua istri juga menawarkan salah satu istrinya untuk dicerai kemudian dinikahkan kepada Abdurrahman bin Auf setelah masa iddah selesai. Akan tetapi, Abdurrahman bin Auf menolaknya dengan halus dan lebih memilih untuk ditunjukkan letak pasar supaya beliau dapat berdagang di sana dan akhirnya beliau memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Lihatlah, bagaimana buah jalinan persaudaraan yang erat antar kedua sahabat Nabi tersebut sampai-sampai Sa’ad bin ar Rabi’ tidak merasa berat sedikitpun untuk membagi dua hartanya dan menceraikan salah satu istrinya untuk diberikan pada saudaranya, Abdurrahman bin Auf. Para pembaca rahimakumullah, persaudaraan diibaratkan sebuah bangunan yang akan semakin kokoh jika kita senantiasa menjaga dan merawatnya dan akan semakin retak jika kita tidak mampu merawatnya. Berikut ini akan kami paparkan secara ringkas. Sebab-sebab kokohnya persaudaraan 1. Saling menebarkan salam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda لاَ تَدْØÙÙ„Ùونَ Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙŽÙ†ÙŽÙØ©ÙŽ ØÙŽØªÙŽÙÙ‰ ØªÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùوا وَلاَ ØªÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùوا ØÙŽØªÙŽÙÙ‰ تَØÙŽØ§Ø¨ÙÙوا أَوَلاَ أَدÙÙ„ÙÙÙƒÙمْ عَلَى Ø´ÙŽÙ‰Ù’Ø¡Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ ÙَعَلْتÙÙ…Ùوه٠تَØÙŽØ§Ø¨ÙŽØ¨Ù’تÙمْ Ø£ÙŽÙْشÙوا السَÙلاَمَ بَيْنَكÙÙ… “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan tidaklah sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku beritahukan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” HR. Muslim. والسلام أول أسباب Ø§Ù„ØªØ£Ù„Ù ÙˆÙ…ÙØªØ§Ø استجلاب المودة ÙˆÙÙ‰ Ø§ÙØ´Ø§Ø¦Ù‡ تمكن Ø£Ù„ÙØ© المسلمين بعضهم لبعض Ucapan salam adalah awal bersatunya hati, dan pintu utama rasa kasih sayang. Dan pula, dengan tersebarnya salam maka akan terwujud kesatuan hati antara kaum muslimin. Lihat Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi 2. Saling berkunjung Saling berkunjung merupakan amalan yang utama karena dapat menumbuhkan benih-benih cinta di antara kaum muslimin. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, من عاد مريضا أو زار Ø£ØØ§ ÙÙŠ الله ناداه مناد أن ØÙ„بت ÙˆØØ§Ø¨ ممشاك وتبوأت من الجنة منزلا “Barangsiapa yang menjenguk orang sakit dan mengunjungi saudaranya karena Allah, dia akan diseru dari atas Engkau telah berbuat baik dan telah baik pula perjalananmu. Engkau telah menyiapkan tempatmu di surga’” HR Tirmidzi, hasan. 3. Saling memberi hadiah Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai” HR Bukhari dalam Al Adabul Mufrod, hasan. Dengan saling memberi hadiah, akan terjalin kedekatan hati sehingga tumbuhlah rasa saling mencintai di dalam sanubari. Namun, seseorang yang memberi hadiah terkadang bisa menyakiti hati orang yang diberi hadiah dengan dia selalu mengungkit-ungkit pemberiannya. Hal ini justru dapat merusak persaudaraan. Allah ta’ala berfirman, يَا Ø£ÙŽÙŠÙÙهَا Ø§Ù„ÙŽÙØ°Ùينَ آمَنÙوا لا ØªÙØ¨Ù’ØÙÙ„Ùوا صَدَقَاتÙÙƒÙمْ Ø¨ÙØ§Ù„ْمَنÙ٠وَالأَذَى ÙƒÙŽØ§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠ ÙŠÙنْÙÙÙ‚Ù Ù…ÙŽØ§Ù„ÙŽÙ‡Ù Ø±ÙØ¦ÙŽØ§Ø¡ÙŽ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù وَلا ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù„ÙŽÙه٠وَالْيَوْم٠الآØÙر٠“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan mengungkit-ungkitnya dan menyakiti perasaan yang menerima seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir……” QS Al-Baqarah 264. 4. Menjenguk orang sakit dan mengiringi jenazah orang yang meninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ØÙŽÙ…ْسٌ ØªÙŽØ¬ÙØ¨Ù Ù„ÙÙ„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„Ùم٠عَلَى Ø£ÙŽØÙيه٠رَدÙ٠السَÙلاَم٠وَتَشْمÙيت٠الْعَاØÙØ³Ù ÙˆÙŽØ¥ÙØ¬ÙŽØ§Ø¨ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ø¯ÙŽÙØ¹Ù’وَة٠وَعÙيَادَة٠الْمَرÙيض٠وَاتÙÙØ¨ÙŽØ§Ø¹Ù Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙŽÙ†ÙŽØ§Ø¦ÙØ²Ù “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam –Rasulullah menyebutkan di antaranya- jika ia sakit, engkau menjenguknya dan jika ia meninggal dunia, engkau iringi jenazahnya.” HR Muslim Menjenguk saudara kita yang sakit dan mengiringi jenazah orang yang meninggal akan membuat dirinya atau keluarganya merasa tenang dan terhibur atas musibah yang tengah di alaminya. 5. Saling mendoakan kebaikan Mendoakan saudara kita banyak keutamaannya. Selain mempererat persaudaraan, malaikat juga akan mendoakan hal yang sama untuk kita. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda مَا Ù…Ùنْ Ø¹ÙŽØ¨Ù’Ø¯Ù Ù…ÙØ³Ù’Ù„Ùم٠يَدْعÙÙˆ لأَØÙÙŠÙ‡Ù Ø¨ÙØ¸ÙŽÙ‡Ù’ر٠الْغَيْب٠إÙلاَ٠قَالَ الْمَلَك٠وَلَكَ بÙÙ…ÙØÙ’Ù„Ù “Tidaklah seorang hamba muslim yang mendoakan kebaikan untuk saudaranya yang tidak sedang bersamanya kecuali malaikat berkata Semoga engkau mendapat yang semisalnya’” HR Muslim. 6. Saling menasehati Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasehat”. HR Muslim Nasehat merupakan salah satu cerminan persaudaraan di antara kaum muslimin karena tujuannya adalah menghendaki kebaikan bagi orang yang dinasehati bisa dibaca kembali buletin edisi pekan lalu. Jika kaum muslimin saling menasehati dengan baik, niscaya keberkahan akan turun di tengah-tengah mereka. Umar ibnul Khattab radhiyallahu anhu berkata, لا ØÙŠØ± ÙÙŠ قوم ليسوا بناصØÙŠÙ† ولا ØÙŠØ± ÙÙŠ قوم لا ÙŠØØ¨ÙˆÙ† الناصØÙŠÙ† “Tidak ada kebaikan pada suatu kaum yang tidak menegakkan nasehat dan tidak mencintai orang-orang yang memberikan nasehat”. Mawa’izhus Shahabah karya Shalih Ahmad Asy-Syami Masih banyak sebab-sebab kokohnya persaudaraan yang saling memberi maaf, saling tawadhu, baik sangka husnuzhan,  dan lain-lain. Sebab-sebab retaknya persaudaraan Di antara penyebab retaknya persaudaraan yaitu, 1. Hasad iri Hasad adalah seseorang yang menginginkan hilangnya nikmat yang tengah dirasakan saudaranya. Mayoritas hasad timbul dalam masalah-masalah duniawi. Sangat jarang dijumpai seorang yang hasad kepada puasanya orang lain, shalat malamnya, ataupun kepada ibadah-ibadah lainnya lihat Ath Thibbur Ruhani karya Ibnul Jauzi. Oleh karena itu, seseorang yang sedang hasad kepada saudaranya akan berusaha keras agar nikmat tersebut hilang dari saudaranya. 2. Marah Jika pangkal dari tumbuhnya persaudaraan adalah rasa cinta, maka pangkal dari retaknya hubungan persaudaraan adalah amarah dan kebencian. Umumnya, sebab kemarahan adalah kesombongan karena manusia tidak akan bisa marah kepada orang yang lebih tinggi kedudukannya lihat Ath Thibbur Ruhani. Dia hanya bisa marah terhadap orang yang sederajat atau lebih rendah kedudukannya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam memperingatkan dari kedua akhlak buruk ini hasad dan marah dalam sabdanya, لا تباغضوا ولا ØªØØ§Ø³Ø¯ÙˆØ§ ولا تدابروا وكونوا عباد الله Ø¥ØÙˆØ§Ù†Ø§ “Janganlah saling marah, saling hasad, dan saling membelakangi! Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara….”. Muttafaqun alaih 3. Ghibah menggosip dan namimah mengadu domba Lidah manusia memang kecil, namun ternyata dapat mencerai-beraikan persaudaraan kaum muslimin. Sementara ghibah diibaratkan oleh Allah ta’ala dengan memakan bangkai saudaranya yang dighibah lihat QS Al Hujurat 12, namimah menyebabkan pelakunya mendapat adzab kubur bersama orang yang tidak menutup diri ketika buang air kecil HR Bukhari. Sungguh, betapa banyak persaudaraan yang telah terputus disebabkan lidah ini! 4. Perbuatan dosa dan maksiat Perbuatan dosa dan maskiat adalah penyakit berbahaya yang semestinya kita berlindung kepada Allah dari keduanya. Apabila salah satu dari dua orang yang bersaudara melakukan perbuatan dosa dan maksiat, salah satu akibatnya adalah persaudaraan di antara keduanya dapat merenggang baik itu dosa sesama manusia atau kepada Allah ta’ala. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ما تواد اØÙ†Ø§Ù† ÙÙŠ الله جل وعز أو ÙÙŠ الإسلام ÙÙŠÙØ±Ù‚ بينهما أول ذنب ÙŠØØ¯ØÙ‡ Ø£ØØ¯Ù‡Ù…ا ”Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah kemudian keduanya dipisahkan dari persaudaraan melainkan karena dosa yang diperbuat oleh salah satu dari keduanya” HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, Shahih Masih banyak lagi penyebab retaknya persaudaraan di tubuh kaum muslimin yang lainnya, seperti buruk sangka, mencari-cari aib, zhalim, dan lain sebagainya. Yang kami sebutkan hanya sebagian secara ringkas mengingat keterbatasan tempat. Semoga yang sedikit ini dapat memberi manfaat kepada kaum muslimin. “Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan. Dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penayntun lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hasyr 10 Wallahu a’lam bish shawab. [Arif Rohman Habib]
Salam merupakan salah satu adab istimewa dalam kehidupan masyarakat muslim seperti juga keutamaan bekerja keras dalam islam . Mengucapkan salam terutama saat bertemu, berpapasan atau bertamu bukan hanya menjadi sebuah tradisi semata namun juga bisa menjadi cara merubah diri menjadi lebih baik dalam islam . Bahkan Rosulullah sendiri memberikan perhatian yang besar kepada amalan salam ini. Beliau juga senantiasa memberikan motivasi dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-sehari. Seperti yang dikutip dari HR-Bukhari berikut “Apabila Rasulullah mendatangi suatu kaum, maka beliau mengucapkan salam kepada mereka sebanyak tiga kali” HR-BukhariTentunya hal tersebut menyiratkan bahwa salam memiliki keutamaan dalam kehidupan umat muslim di seluruh dunia. Salam juga tidak hanya di gunakan sebagai simbol yang disampaikan kepada orang-orang tertentu dalam membuka dan menutup sebuah acara. Abdullah Bin Amr berkata, Seorang sahabat pernah bertanya, kepada Rosulullah shallallahu alaihi wassalam, “islam apakah yang paling baik?”. Kemudian beliau menjawab dalam HR Bukhari-Muslim yang berbunyi,“Islam yang baik adalah memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal” HR-Bukhari-MuslimRosulullah sendiri telah mengatur kaidah dalam menebarkan salam dalam banyak haditsnya. Karena hal tersebut maka beberapa ahli hadits meletakannya dalam satu bab khusus yaitu Bab Salam. Allah SWT juga telah mengatur tentang adab salam terutama saat akan bertamu ke kediaman seseorang, seperti dalam surat An-Nur Ayat 27, Allah SWT berfirman “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” QS. An-Nur 27Adab salam, bagi sebagian muslim masih menjadi budaya yang awam. Dalam pengertian ini, bukan berarti mayoritas kaum muslimin tidak mengetahuinya, namun lebih kepada tidak terbiasa untuk mempraktekannya dalam kehidupan sehari hari. Dan juga tentu banyak yang tidak mengetahui keutamaan dari salam itu sendiri. Kebanyakan dari mereka cenderung lebih menyukai cara memberi salam dalam bahasa yang simple, seperti ucapan hai, hello, selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam dan ucapan saja hal ini bukan merupakan bagian dari ajaran islam. Di era modern seperti saat ini, bagi sebagian orang mengucap salam hanya terbatas pada orang yang dikenali saja. Seperti yang di katakan oleh Ibnu Mashud dalam Hadist Riwatay Bukhori “Nanti akan datang suatu masa, pada masa tersebut seseorang hanya akan mengucapkan salam pada orang yang dia kenali saja”Sebagai bekal bagi kita semua, alangkah baiknya untuk mengetahui keutamaan dari salam itu sendiri. Berikut akan di uraikan 3 keutamaan salam dalam Salam Dalam IslamSalam menjadi salah satu adab yang hampir dilupakan oleh sebagian besar umat muslim. Padahal perintah untuk menyebar salam memiliki beberapa keutamaan, keutamaan ini yang kemudian membuat kaum Yahudi menimbulkan hasad dalam diri mereka.“Dari Aisyah Radhiyallahu anha, dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda Tidaklah Yahudi hasad terhadapkalian tentang sesuatu, seperti hasadnya terhadap kalian dalam permasalahan salam dan ucapan Aamiin”. HR. Ibnu Majah 856 dan Ibnu KhuzaimahKeutamaan salam dalam islam adalah sebagai berikut 1. Salam merupakan salah satu jalan mendapatkan Pahala Yang Berlimpah Keutamaan salam yang pertama ialah, salam merupakan jalan untuk memperoleh pahala yang berlimpah. Seperti yang pernah di kisahkan, suatu hari Abdullah bin Umar RA pergi ke pasar, ia mengucapkan salam kepada setiap orang yang seorang sahabat bertanya “apakah yang engkau lakukan dipasar wahi ibnu umar, engkau tidak berdagang, tidak membeli sesuatu dan tidak juga mengikuti majelis di pasar?”. Kemudian Ibnu Umar menjawab “Sesungguhnya aku kesana adalah untuk menyebarkan salam kepada setiap orang yang aku temui”. Abu Hurairah RA meriwayatkan hadist yang berbunyi “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa seorang pemuda melewati Nabi Shallallahu alaihi wasallam, sedang dalam keadaan duduk disebuah Majelis. Maka Pemuda ini mengucapkan “Assalamu’alaikum”, maka Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan “bagi dia 10 kebaikan”. Lalu lewat Pemuda yang lain dan mengatakan “Assalamu’alaikum wa rahmatullah, Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan “Bagi dia 20 kebaikan” kemudian lewat lagi Pemuda yang lainnya mengatakan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu” Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan ”Bagi dia 30 kebaikkan” HR. IbnuHibban 493, Abu Daud 5195, Tirmidzi 2689 dan ini adalah lafadz Ibnu Hibban2. Salam mampu menyebarkan Rasa Cinta dan Kasih Sayang Antar Sesama Umat Muslim Salam merupakan salah satu bentuk syiar islam yang mempu memperkokoh ukhuwah islamiyah antar sesama umat muslim. Salam juga menjadi salah satu cara dalam menebarkan rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan antar sesama umat muslim. Ucapan salam juga menjadi sebuah ucapan berkah dan bentuk rasa syukur sehingga membuat yang mendengarnya akan memiliki keikhlasan hati untuk Membuka Jalan Menuju Pintu SurgaSalam juga merupakan salah satu kunci untuk bisa membuka pintu surga seperti riwayat dalam sebuah hadist di bawah ini “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda Kalian tidak akan masuk Jannah sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan apa yang bisa membuat kalian saling mencintai? Para Shahabat berkata “Tentu ya Rasulullah..” Sebarkanlah salam diantara kalian”. HR. Muslim Salam merupakan cara mencapai Kesempurnaan ImanDalam sebuah hadist Dari Amar bin Yasir, beliau mengatakan” Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketika kondisi pas-pasan. ” Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq yaitu tanpa sanad. Syaikh Al Albani dalam Al Iman mengatakan bahwa hadits ini shohih.Dari hadist tersebut, secara gamblang menjabarkan bahwa menebarkan salam pada setiap orang merupakan salah satu dari tiga perkara yang akan membut seseorang sempurna dalam hal keimanannya. Ibnu Hajar juga menyatakan bahwa “Memulai mengucapkan salam menunjukkan akhlaq yang mulia, tawadhu’ rendah diri, tidak merendahkan orang lain, juga akan timbul kesatuan dan rasa cinta sesama muslim.” Fathul Bari, 1/46Salam merupakan salah satu ajaran islam yang harus dijalankan. Dengan menyimak keutamaan salam dalam islam tentu akan dapat membuat kita semakin beelomba lomba untuk menebarkan salam kepada seluru umat muslim di dunia. Sebagai salah satu sumber syariat islam yang juga merupakan dasar hukum sepantasnya kita selalu menebar salam kepada setiap muslim saat berpapasan atau bertamu. Semakin menghilangnya adab salam yang membuat kebiasaan ini ditinggalkan juga menjadi salah satu ciri-ciri akhir zaman . Naudzubillah min dzalik, semoga jita di jauhkan dari hal-hal yang demikian. Semoga bermanfaat, dan semoga artikel ini dapat membantu.
mengapa ucapan salam dapat mempererat persaudaraan